untitled
viviti

HOME

 

SELAMAT DATANG DI ART MUSIC TODAY, YOGYAKARTA, INDONESIA

 

kabar bagus

 

Topik Menggelindingkan Musik Indonesia Mutakhir

Audience Devolopment “buka telingamu untuk musik!”

Edukasi Lokakarya Musik Elektronik Dasar  

Presentasi ‘Saling Dengar’

MeLaku ‘sluman-slumun Slamet Sjukur-lah, kami dari trans Yogya sampai Surabaya Catatan Perjalanan tim AMT  ke Pertemuan Musik Surabaya

Katalokisasi Perpustakaan Art Musik Today

Soundarchivesamt

AMT  Ghatering Menghibur warga Keparakan Lor

Nonton Film Rahayu Supanggah

Ulasan peristiwa musik YCMF 2009, perdana konserto biola karya Budhi Ngurah, Konser komposisi karawitan AL. Suwardi & Supardi 

Jepret 6,5 composers' collective days foto-foto 

Ucapan terimakasih Art Music Today   

 


 

artmusictoday di Bunaken-Sulawesi bersama tentara angkatan laut wanita kerajaan Jepang dan Reza Amaludin di sela-sela cara Sail Bunaken-2009 (foto dok. Reza Amaludin-amt) 

dukung art music today

Anda juga dapat memberikan dukungan kepada Art Music Today dalam bentuk donasi, pemberian koleksi buku, partitur, CD, DVD dll, sebagai bentuk perhatian kita kepada pengembangan kehidupan musik Indonesia mutakhir....klik disini


Baru dari AMT


 

Unduh Tone+Tone Newsletteramt edisi #2, November 2009- Februari 2010 [pdf]

 



Keparakan Lor, Gg. Kemundung MG I / 1022 Yogyakarta - Indonesia (55152) artmusictoday@musician.org
 

topik

Mengglindingkan masa depan musik seni Indonesia mutakhir

Tidak perlu risau jika Indonesia menjadi semacam danau bagi perhelatan musik seni mutakhir, yang memang sejak dari abad lampau nusa Indonesia merupakan titik persilangan budaya yang sampai awal abad 21 ini semakin terasa kekayannya. Kita bisa melihat perkembangan karya mutakhir baik yang berangkat dari tradisi musik nusantara, maupun yang fasih menggunakan medium non tradisi. Kedua wilayah ini semakin matang dengan persentuhannya atas keragaman ideologi musik yang musti disadari sebagai basis kekayaan citarasa estetika musik di Indonesia.

Lantas sampai dimana potret musik kita sampai saat ini?. Persoalan latennya kiranya masih pada mempersiapkan sumber daya manusia musiknya yang harus mampu bersaing dan mengakomodasi pergeseran budaya Indonesia saat ini. Namun, ini masih gelap karena sampai saat ini ketersediaan SDM musik yang berkualitas masih jauh dari ideal. Beberapa tertangkap ketika berlangsungnya Festival Musik Kontemporer Yogyakarta yang ke-5. Para penyajinya masih belum akrab dengan bahasa musik seni mutakhir. Akibatnya, karya yang disajikan gagasan musikalnya kurang terbaca dengan baik. Ini menjadi catatan penting bagi Yogyakarta yang musti sadar dengan kekayaan SDM musik yang cukup melimpah namun belum terasah dengan baik.  

Apakah persoalan tersebut perlu dikembangkan sampai pada kenyataan pahit kwalitas pendidikan tinggi seni musik kita yang membingungkan? Kenapa mereka seolah digolongkan sebagai mahluk tak ilmiah karena tidak pinter penelitian dan nulisnya belepotan? Kurikulum musik yang semakin jauh dari kenyataan seni dan terlalu formal? apa yang  terjadi sehingga para penyaji ini tidak dikelola dengan semestinya?. Secara logis, jika dikelola maka para pelaku ini akan lebih siap dengan segala macam bentuk pergeseran budaya, baik itu terjadi diwilayah estetika maupun kehidupan musikal secara umum. 

Penyaji menjadi tolok ukur kemajuan kehidupan musik

Kita bisa menyaksikan bila para instrumentalis yang memiliki ketrampilan prima ini bisa menjadi ukuran pasti sehat atau tidaknya kehidupan musik disuatu negara. Jika instrumentalis itu prima, maka karya yang dimainkan akan terbaca gamblang gagasan musikalnya. Bila gagasan itu gamblang, maka pemirsa yang mendengarnya akan memahami 100% jalinan komunikasi antara komponis karya dan masyarakatnya. Jika ini pemirsa paham, maka akan tumbuh pemahaman bahwa menikmati gagasan baru juga bisa melalui musik. Jika ini tercium oleh para patron musik, maka niscaya mereka akan bangga memberikan secuil laba dananya untuk membuat mekanisme pemesanan karya baru atau turut menyokong berdirinya sebuah orkestra negara dalam berbagai kepentingan yang mendukung perkembangan budaya mutakhir Indonesia. Jika ini berjalan, maka banyak orang akan belajar musik dengan capaian estetika yang tinggi, karena mereka percaya bahwa melalui musik, mereka bisa menginfestasikan keahliannya untuk peningkatan kwalitas hidup. Tapi ini masih menjadi mimpi berat, karena pendidikan tinggi musik kita masih berdebat kusir tentang musik itu ilmiah atau tidak...!


 


AMT in Facebook Dokumenter Link
         
         

Web Hosting · Blog · Guestbooks · Message Forums · Mailing Lists
Easiest Website Builder ever! · Build your own toolbar · Free Talking Character · Email Marketing
powered by a free webtools company bravenet.com